BULUKUMBA – Jelang hari pencoblosan Pilkada Bulukumba 2024, pesan berantai yang menyerukan penolakan terhadap politik uang ramai beredar di berbagai platform media sosial (Medsos).
Selain politik uang, pesan berantai itu juga berbentuk ajakan untuk mengawasi gerakan oknum kepala desa (kades) dalam mendukung pasangan calon tertentu.
Pesan tersebut merupakan bentuk mengajak masyarakat untuk mengawasi dan mencegah tindakan yang mencederai demokrasi.
Dalam pesan itu, terdapat seruan agar warga melaporkan setiap indikasi kecurangan, termasuk penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparatur desa.
“Tolak politik uang, pilih sesuai hati nurani. Jangan biarkan masa depan Bulukumba ditentukan oleh kepentingan sesaat,” bunyi salah satu pesan yang viral di grup WhatsApp dan Facebook.
Pesan ini juga menyoroti dugaan adanya sejumlah kades yang memberikan dukungan terbuka kepada pasangan calon tertentu, bahkan diduga mengarahkan penerima bantuan sosial untuk memilih calon tersebut.
Koordinator salah satu kelompok masyarakat peduli demokrasi, Hidayat, mengungkapkan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara pemilu serta keterlibatan masyarakat.
“Kalau ada kades dan perangkatnya, camat dan ASN lainnya yang terlibat politik praktis, itu melanggar aturan. Bawaslu harus bertindak tegas, jangan sampai ini menjadi preseden buruk,” ujarnya, Kamis, 21 November 2024.
Dalam pesan tersebut yang disebut Gerakan Bulukumba Bebas Money Politik itu menghimbau kepada seluruh masyarakat, pemuda, masyarakat untuk mengambil peran dengan melakukan pemantauan.
Pemantauan yang dimaksud yakni kepada seluruh oknum kepala desa dan perangkatnya, oknum camat, lurah dan ASN lainnya.
Termasuk memantau pergerakan tim sukses dan oknum yang terindikasi dapat mencederai Pilkada Bulukumba 2024.
“Ayo kita lahirkan pilkada yang bersih tanpa ada tendensi apapun. Termasuk ayo pantau gerakan para oknum yang bisa merusak,” tegas Hidayat. (*)