Makassar – Gerakan aktivisme anti korupsi kembali mendapatkan energi baru. Aidil Aksa Putra Kabaena, mahasiswa Semester VI Universitas Muslim Indonesia (UMI), menyatakan kesiapannya untuk menahkodai Forum Nasional Aktivis Anti Korupsi (FANATIK) sebagai bagian dari komitmen memperkuat gerakan masyarakat sipil dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.
Dalam keterangannya, Aidil menegaskan bahwa FANATIK akan menjadi wadah konsolidasi bagi para aktivis, mahasiswa, dan masyarakat sipil yang memiliki komitmen kuat dalam melawan praktik korupsi di berbagai sektor.
“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak rakyat dan merusak tatanan pembangunan bangsa. Karena itu, FANATIK harus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial untuk mengawal serta mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berada pada prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujar Aidil.
Ia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinannya, FANATIK akan mendorong berbagai langkah strategis seperti penguatan riset investigatif, advokasi hukum, serta aksi-aksi kontrol sosial sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pemberantasan korupsi.
Menurut Aidil, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas bangsa. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi menjadi sangat penting guna memastikan masa depan Indonesia tidak terus dibebani oleh praktik korupsi.
“FANATIK akan berdiri di garda terdepan dalam mengawal berbagai dugaan penyimpangan anggaran publik, proyek-proyek pemerintah, hingga kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan aktivis, untuk bersatu memperkuat gerakan anti korupsi demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Aidil optimistis FANATIK dapat menjadi salah satu kekuatan gerakan masyarakat sipil yang konsisten dalam mendorong penegakan hukum serta pemberantasan korupsi di Indonesia.