Menu

Mode Gelap
Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis Aidil Aksa Putra Kabaena Siap Nahkodai FANATIK, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Anti Korupsi HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar HMI BADKO SULSEL:Tantang Kapolrestabes Makassar Debat Terbuka Terkait Kasus Pembunuhan Remaja dalam Perspektif Perpol No.1 Tahun 2009 FANATIK Siap Kepung Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Rp21,6 Miliar

Hukum & Kriminal · 11 Jun 2025 WITA ·

Mahasiswi di Palopo Diduga Edarkan Uang Palsu, Cetak Sendiri Gunakan Printer


 Mahasiswi di Palopo Diduga Edarkan Uang Palsu, Cetak Sendiri Gunakan Printer Perbesar

PALOPO — Seorang mahasiswi berusia 19 tahun asal Tana Toraja berinisial ST dikembalikan ke pihak keluarga setelah sebelumnya diamankan polisi terkait dugaan pemalsuan dan peredaran uang palsu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

 

Penyerahan kembali ST dilakukan oleh pihak kepolisian pada Senin malam (9/6/2025) sekitar pukul 20.00 WITA.

 

ST sebelumnya diamankan usai menggunakan uang palsu saat berbelanja di sebuah kios di Jalan Garuda, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Rabu (4/6/2025).

 

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir mengatakan bahwa ST menggunakan selembar uang palsu pecahan Rp100.000 untuk membeli sebungkus tisu seharga Rp13.000 di toko kelontong milik Azis Padeng.

 

Penjual memberikan kembalian sebesar Rp87.000. Tak lama berselang, ST kembali dan menukar uang serupa dengan dua lembar pecahan Rp50.000.

 

Kecurigaan muncul ketika istri Azis, Widawaty Uni, memeriksa laci penyimpanan dan menemukan dua lembar uang Rp100.000 yang tampak berbeda dari uang asli.

 

Setelah diperiksa lebih lanjut, uang tersebut diduga palsu, sehingga kasus ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

 

Dalam pemeriksaan, ST mengaku mencetak uang palsu itu sendiri menggunakan peralatan pribadi di kamar kosnya di Perumahan Permata Hijau, Jalan Camar VII Blok B9, Kelurahan Bara. Dari lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit printer Epson L3210, gunting, kertas A4, tisu, dan satu unit ponsel.

Baca Juga :  Ada Aroma Dugaan Korupsi di Lingkup DPRD Pangkep, Polisi Telusuri

 

“Modusnya sederhana, namun tetap merupakan tindak pidana. Semua barang bukti telah kami amankan,” ujar Sahrir.

 

Meski terbukti memiliki alat dan mengaku memproduksi uang palsu, polisi memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap ST.

 

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan usia pelaku yang masih muda, statusnya sebagai mahasiswi, serta sikapnya yang kooperatif selama proses pemeriksaan awal.

 

Namun demikian, proses hukum tetap berjalan. ST diwajibkan untuk melapor dua kali dalam sepekan ke Polres Palopo selama proses penyidikan berlangsung.

 

“Ada permohonan dari pihak keluarga, dan sejauh ini yang bersangkutan bersikap kooperatif. Namun, proses hukum tetap berjalan,” tambah Sahrir.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini atau potensi produksi uang palsu dalam jumlah lebih besar.

 

“Kami mendalami apakah ini murni aksi tunggal atau bagian dari jaringan lebih besar. Investigasi masih berjalan,” tegasnya.

 

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu, terutama di warung-warung kecil yang rawan menjadi sasaran.

 

“Jika menemukan uang yang mencurigakan, sebaiknya segera melapor ke polisi. Perbandingan dengan uang asli juga bisa menjadi langkah awal untuk mendeteksi pemalsuan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar

12 Maret 2026 - 19:14 WITA

HMI BADKO SULSEL:Tantang Kapolrestabes Makassar Debat Terbuka Terkait Kasus Pembunuhan Remaja dalam Perspektif Perpol No.1 Tahun 2009

10 Maret 2026 - 20:37 WITA

FANATIK Siap Kepung Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Rp21,6 Miliar

9 Maret 2026 - 15:36 WITA

PRI Siap Aksi dan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Dinas Pertanian Jeneponto ke Kejati Sulsel dan Polda Sulsel

1 Maret 2026 - 22:27 WITA

JOL Desak Penutupan Dapur SPPG Binuang Usai 15 Siswa Diduga Keracunan MBG

14 Februari 2026 - 20:31 WITA

GENGSI PUANG ATAU AROGANSI KEKUASAAN ?? Dugaan Aksi Koboi Ketua DPRD Soppeng Tuai Kecaman Publik

8 Februari 2026 - 13:57 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/