Menu

Mode Gelap
Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi” Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya Mahasiswa Universitas Megarezky Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto Gelar Penanaman Pohon

Edukasi · 21 Mar 2026 WITA ·

Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis


 Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis Perbesar

Oleh: Muhammad Abduh Azizul Gaffar

Idul Fitri 1447 Hijriah kembali hadir sebagai momentum sakral untuk kembali ke fitrah. Namun di tengah gema takbir yang menggema, ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan. negeri ini kian jauh dari nilai kejujuran dan keadilan. Kita seperti merayakan kesucian di atas fondasi yang rapuh,fondasi yang digerogoti oleh keserakahan, kebijakan yang gagap, dan ancaman krisis yang nyata di depan mata.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, publik disuguhi berbagai program yang diklaim sebagai solusi. Salah satunya adalah skema yang dibungkus dalam narasi pemberdayaan seperti MBG Koperasi Desa Merah Putih. Secara konsep, gagasan ini terdengar menjanjikan untuk menguatkan ekonomi desa, membangun kemandirian, dan memperluas akses kesejahteraan. Namun persoalannya bukan pada ide, melainkan pada integritas dan keseriusan pelaksanaannya.

Di republik yang maruk, program sebaik apa pun berisiko berubah menjadi ladang baru bagi praktik lama. Kita tidak kekurangan konsep, kita kekurangan kejujuran. Tanpa pengawasan yang ketat dan komitmen moral yang kuat, program seperti ini rawan disusupi kepentingan—dari mark-up anggaran, proyek fiktif, hingga praktik bagi-bagi kekuasaan di tingkat lokal.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ketika program-program populis dijalankan tanpa fondasi ekonomi yang kuat, kita sedang bermain api di tengah keringnya kepercayaan publik. Inflasi yang mengintai, daya beli masyarakat yang melemah, serta ketergantungan pada kebijakan jangka pendek bisa menjadi pemicu krisis yang lebih besar yakni krisis moneter.

Baca Juga :  BGN Ajak UMKM Sulsel Bersinergi Wujudkan Program Bergizi Gratis

Sejarah telah memberi pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya sistem ekonomi ketika dikelola dengan serampangan. Krisis bukan hanya soal angka-angka di layar, tetapi soal nasib jutaan rakyat kecil yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan, kehilangan daya beli, bahkan kehilangan harapan. Dan yang paling sering menjadi korban bukanlah mereka yang membuat kebijakan, melainkan rakyat yang tak punya kuasa.

Dalam konteks ini, Idul Fitri seharusnya menjadi momen refleksi paling jujur bagi para pemegang kebijakan. Apakah program-program yang diluncurkan benar-benar untuk rakyat, atau sekadar alat pencitraan? Apakah anggaran dikelola dengan amanah, atau justru menjadi bancakan baru yang dibungkus dengan istilah “pemberdayaan”?

Kita tidak bisa lagi menutup mata. Republik ini tidak sedang baik-baik saja. Ketika keserakahan bertemu dengan kebijakan yang setengah matang, hasilnya bukan kesejahteraan, melainkan kehancuran yang tertunda.

Rakyat hari ini semakin cerdas. Mereka tidak hanya melihat apa yang dikatakan, tetapi juga apa yang dilakukan. Dan jika yang mereka lihat adalah ketimpangan antara janji dan realitas, maka kepercayaan akan terus runtuh. Tanpa kepercayaan, tidak ada stabilitas. Tanpa stabilitas, krisis hanya tinggal menunggu waktu.

Idul Fitri 1447 H harus menjadi titik balik, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara struktural. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus berani membersihkan diri, memperbaiki tata kelola, dan memastikan setiap program benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan sempit.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Chief Executive Hong Kong, Presiden Bahas Investasi hingga Perlindungan WNI

Jika tidak, maka kita sedang berjalan perlahan menuju jurang yang sama yakni krisis ekonomi yang diperparah oleh krisis moral.

Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Di tengah ancaman krisis dan maraknya kemarukan, pertanyaannya sederhana, masihkah ada yang benar-benar setia pada amanah rakyat?

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan

19 Juni 2026 - 00:00 WITA

Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi”

18 Juni 2026 - 11:31 WITA

Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

15 Juni 2026 - 23:23 WITA

HMI BADKO SULSEL; Geng motor bukan hanya tanggung jawab Polisi

14 Mei 2026 - 13:23 WITA

GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya

13 Mei 2026 - 20:23 WITA

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Tambang Diduga Ilegal di Sinjai, Publik Murka: “Tangkap Pemilik Tambang dan Copot Kapolres!”

9 Mei 2026 - 14:39 WITA

Trending di Edukasi
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/