Makassar, 6 April 2026 – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GMPR) kembali menghadirkan ruang pendidikan kader melalui kegiatan bertajuk Sekolah Demonstran Angkatan XVII. Kegiatan ini akan berlangsung pada 7 hingga 13 April 2026 di kawasan Tanjung Bayang, Makassar.
Mengusung tema “Republik Maruk: Refleksi Kritis atas Fenomena Ketamakan Kekuasaan”, kegiatan ini ditujukan sebagai wadah pembelajaran bagi kader muda untuk memahami, menganalisis, serta merespons dinamika sosial-politik secara kritis, khususnya terkait praktik kekuasaan yang dinilai semakin menjauh dari nilai keadilan.
Dalam pamflet yang beredar, GMPR menegaskan bahwa sekolah demonstran ini bukan sekadar pelatihan teknis aksi, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran ideologis. Peserta akan dibekali materi analisis sosial, strategi gerakan, hingga penguatan nilai integritas dalam perjuangan mahasiswa.
Tujuan dan Fokus Kegiatan
Sekolah Demonstran Angkatan XVII ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap kondisi bangsa
- Menguatkan kapasitas analisis dalam gerakan mahasiswa
- Mencetak kader demonstran yang progresif dan berintegritas
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti materi dan modul pelatihan, sertifikat kegiatan, konsumsi selama kegiatan, serta kesempatan membangun jaringan dengan aktivis nasional.
Melalui visual pamflet yang menampilkan simbol kepalan tangan dan massa aksi, GMPR menyuarakan sikap tegas terhadap fenomena yang mereka sebut sebagai “ketamakan kekuasaan”. Salah satu kutipan yang ditonjolkan dalam pamflet berbunyi:
“Ketika kekuasaan menjadi serakah, perlawanan adalah kewajiban.”
Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi mahasiswa untuk tidak apatis terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi gerakan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan bangsa. Dengan semangat “Kritis, Berani, dan Solidaritas”, GMPR berupaya meneguhkan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Pendaftaran kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa dan pemuda yang memiliki komitmen terhadap perjuangan rakyat serta ingin terlibat aktif dalam gerakan advokasi dan kontrol sosial.