Menu

Mode Gelap
Mobilisasi Ratusan Ketua RT/RW Barru ke Luar Kota Diduga untuk Menangkan Paslon Nomor 2 Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Bupati Barru Kumpulkan Ketua RT/RW untuk Menangkan Pasangan Dokter Ulfah & MHG AMPERA Desak Kejati Sulsel Periksa Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng Demo jilid V Ampera : Dugaan korupsi pengadaan bibit sukun dan nangka madu di Bantaeng Rekom Gerindra Ke Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin

Edukasi · 19 Sep 2022 WITA ·

6 tren pemasaran digital yang harus diprioritaskan pada tahun 2022

 
Ilustrasi Youtube | (Photo gramedia
 )
Perbesar

Ilustrasi Youtube | (Photo gramedia )

Phinisice.id, Jakarta — 6 tren pemasaran digital  Setiap tahun, kami menyaksikan tren digital baru dan tidak terduga yang merasakan dasar untuk masa depan pemasaran. Dan bahkan dalam agitasi seperti 2021, dia tidak pernah mengecewakan kami. Jika ada, tren pemasaran digital pada tahun 2022 akan menjadi salah satu yang paling inovatif hingga saat ini.

Awal tahun menyaksikan Tiktok yang berkelanjutan, yang sekarang telah mengambil alih semua platform lain seperti jejaring sosial terkemuka di antara pengguna generasi Z. NFT dan cryptocurrency untuk melanjutkan dorongan hati, memicu percakapan tentang masa depan finansial. Google mengumumkan bahwa mereka akan menghilangkan cookie pihak ketiga pada tahun 2023, menyebabkan pengiklan dan spesialis pemasaran digital dalam waktu dua tahun berlayar melalui saluran baru untuk mencapai target konsumennya. Dan, baru -baru ini, Facebook mengubah namanya ke garis finish dalam suatu persetujuan dari ambisi perusahaan untuk merangkul Metverse, dunia virtual 3D.

 6 tren pemasaran digital yang harus disukai pada tahun 2022:

1.6 tren pemasaran digital Video pendek

Tiktok telah mengubah panorama jejaring sosial reformasi negara dan jaringan fotografi yang disembuhkan demi penerbitan video pendek. Tidak butuh waktu lama bahwa platform lain bergabung, dengan Instagram melempar gulungan dan karakteristik YouTube membungkuk ke ‘celana pendek’.

Video pendek ini menekankan cara cepat mengonsumsi konten dan menyoroti kebutuhan akan pesan sederhana dan ringkas atau konten menarik yang meminta kami untuk berpartisipasi, apakah mereka belajar tarian baru, mengikuti tantangan atau berpartisipasi dalam survei dan survei.

Baca Juga :  CEO dan Arti Penting Kepemimpinan Berkelanjutan

2. 6 tren pemasaran digital Ceritakan kisah nyata

Narasi cerita selalu menjadi kunci pemasaran merek. Tetapi ketika berbicara tentang menjual produk mereka di lanskap modern, konsumen yang membosankan hanya mendengarkan bagaimana Anda, menandai, percaya bahwa barang atau jasa Anda lebih baik daripada pesaing. Mereka ingin tahu bagaimana janji Anda memenuhi dengan cara yang memenuhi kebutuhan dan harapan Anda.

3. Hibah pada audiens Anda

Lebih dari setahun pemblokiran telah membuat pengguna jejaring sosial lelah, cemas dan kadang -kadang ditekan oleh serangkaian konten yang terus -menerus ada dalam makanan mereka. Beberapa bahkan menggertak peluru dan menonaktifkan akun mereka. Mereka yang tetap menghadapi aliran iklan, kampanye, dan berita yang besar yang membanjiri umpan sosial mereka setiap hari dan mengatakan bahwa itu membosankan adalah pernyataan yang diremehkan.

4. Pengembangan Privasi, Transparansi dan Keyakinan

Iklan digital berlebihan, dan itu membuat konsumen mencurigai lebih banyak konten yang diarahkan. Itulah sebabnya, pada tahun 2022, spesialis pemasaran digital harus siap untuk pembatasan privasi yang lebih ketat yang akan mengubah cara mereka melacak perilaku pengguna.

5. Personalisasi

Personalisasi akan memainkan peran penting pada tahun 2022. Alih -alih menangkap semua konten yang menyediakan jaringan luas dengan harapan menarik sebanyak mungkin orang, membuat iklan khusus yang melayani audiens Anda akan menghasilkan hasil yang lebih berguna. Tetapi bukan hanya konten yang Anda butuhkan untuk mendapatkan hak. Pastikan audiens Anda menerima pengumuman pada waktu dan tempat yang tepat sangat penting untuk berpartisipasi dalam lanskap yang terlalu jenuh.

Baca Juga :  Jejaring Sosial dalam Pendidikan : Dapatkah meningkatkan pembelajaran?
6. Segmentasi Konten

Segmentasi telah ada untuk sementara waktu, kebanyakan dari mereka akan menggunakannya untuk segmentasi klien, yang berarti menangani pelanggan dengan kelompok demografis yang sama atau minat yang sama. Dan itu adalah praktik umum untuk memiliki segmentasi bentuk komunikasi, seperti buletin elektronik, berita dan pembaruan, atau pasokan dan promosi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Kaprodi dan Mahasiswa S3 Sosiologi Gelar Konsolidasi Persiapan Taksonomi di Sinjai

24 Februari 2025 - 22:56 WITA

Gelar PKM, Dosen Unsa Makassar Tumbuhkan Sadar Wisata ke Siswa SMP Negeri 4 Takalar

17 Februari 2025 - 20:20 WITA

Unsa Makassar dan Dinas Pariwisata Takalar Lakukan Penandatanganan Kerjasama

17 Februari 2025 - 17:32 WITA

Diikuti Ratusan Pelajar, Unsa Makassar Gandeng English British School Gelar English Battle 2025

16 Februari 2025 - 13:24 WITA

Delegasi Unsa Makassar Terbang ke Batam Hadiri RPPP IV APTISI

15 Februari 2025 - 22:41 WITA

Rektor Bersama Ketua Yayasan Unsa Makassar Hadiri Rakerwil LLDikti 9 di Yogyakarta

11 Februari 2025 - 22:33 WITA

Trending di Edukasi