Menu

Mode Gelap
GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya Mahasiswa Universitas Megarezky Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto Gelar Penanaman Pohon Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis Aidil Aksa Putra Kabaena Siap Nahkodai FANATIK, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Anti Korupsi HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar

Edukasi · 20 Jan 2026 WITA ·

Tragedi Kemanusiaan di Kabaena: Kegagalan Tata Kelola Kesehatan dan Pengkhianatan terhadap Asta Cita


 Tragedi Kemanusiaan di Kabaena: Kegagalan Tata Kelola Kesehatan dan Pengkhianatan terhadap Asta Cita Perbesar

Oleh: Alfian Renaldy (Tokoh Muda Bombana / Sekwil Tani Merdeka Indonesia DPW Sulsel)

Makassar,20 Januari 2026-Kondisi pelayanan kesehatan di Pulau Kabaena saat ini bukan sekadar masalah teknis kerusakan mesin, melainkan sebuah manifestasi dari kebrutalan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bombana. Fakta bahwa warga harus merogoh kocek hingga Rp3 juta demi rujukan medis atau memulangkan jenazah adalah tamparan keras bagi wajah Pemerintah Daerah.

Secara hukum, penyediaan fasilitas kesehatan adalah mandat absolut negara. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mewajibkan pemerintah daerah menjamin akses pelayanan kesehatan yang layak. Membiarkan ambulans laut rusak tanpa upaya perbaikan yang konkret adalah bentuk pembiaran (omission) yang bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia atas kesehatan. Rakyat Kabaena dipaksa “membayar untuk bertahan hidup” di tengah kekayaan sumber daya alam mereka yang dikeruk.

Tindakan diam dan lambannya Bupati serta Dinas Kesehatan Bombana bertentangan langsung dengan Asta Cita ke-4 dan ke-6 yang diusung Presiden Prabowo Subianto:

Asta Cita 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk kesehatan. Bagaimana SDM Kabaena bisa unggul jika akses medis dasar saja terhambat biaya transportasi yang mencekik?

Asta Cita 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Membiarkan biaya rujukan semahal itu justru memiskinkan masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Baca Juga :  7 Tips untuk Membuat Ide Video Menarik di YouTube

Pemerintah pusat bicara tentang lompatan menuju Indonesia Emas, namun di Bombana, kita justru mengalami kemunduran ke era pra-kemerdekaan dalam hal layanan mobilitas medis.

Klaim Darwin (Dinkes) mengenai peminjaman speedboat Dishub hanyalah solusi reaktif yang tidak menyentuh akar masalah. Rusaknya fasilitas membuktikan tidak adanya manajemen pemeliharaan aset (asset management) yang terencana. Anggaran daerah dikemanakan? Mengapa perawatan alat vital seperti ambulans laut tidak menjadi prioritas utama di tengah melimpahnya PAD dari sektor tambang dan alam Kabaena?

Sebagai putra daerah Bombana asli Kabaena Alfian Renaldy yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi selatan mengutuk keras ketidakpedulian ini. Olehnya itu dia mendesak Bupati Bombana untuk segera melakukan langkah-langkah tegas tutupnya :

  1. Copot Kepala Dinas Kesehatan Bombana. Kegagalan mengelola ambulans laut selama bertahun-tahun adalah bukti ketidakmampuan manajerial yang fatal dan membahayakan nyawa rakyat.
  2. Audit Alokasi Anggaran Kesehatan. Harus ada transparansi mengapa biaya operasional dan perawatan armada kesehatan di kepulauan bisa “menghilang” hingga fasilitas terbengkalai.
  3. Hadirkan Solusi Permanen. Bukan sekadar pinjam-pakai aset dinas lain, tapi pengadaan dan jaminan biaya operasional penuh agar rakyat tidak lagi dipalak oleh keadaan saat sakit.

Jangan biarkan rakyat Kabaena terus “mati pelan-pelan” karena birokrasi yang bebal dan tata kelola yang korup secara sistemik. Pemerintah ada untuk melayani, bukan untuk membebani Rakyat dalam pelayanan. Jika urusan nyawa saja diabaikan, maka Pemerintah Kabupaten Bombana telah gagal menjalankan mandat moral dan hukumnya tutup Alfian dalam rilisnya.

Baca Juga :  5 Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Pekerja Lepas Daring

 

Artikel ini telah dibaca 238 kali

Baca Lainnya

HMI BADKO SULSEL; Geng motor bukan hanya tanggung jawab Polisi

14 Mei 2026 - 13:23 WITA

GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya

13 Mei 2026 - 20:23 WITA

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Tambang Diduga Ilegal di Sinjai, Publik Murka: “Tangkap Pemilik Tambang dan Copot Kapolres!”

9 Mei 2026 - 14:39 WITA

Mahasiswa Universitas Megarezky Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto Gelar Penanaman Pohon

28 April 2026 - 15:22 WITA

Arbitrase Finansial: Cara Mendapatkan Return 20% dalam 72 Jam Tanpa Risiko

24 April 2026 - 03:57 WITA

Arbitrase Finansial Cara Mendapatkan

FANATIK Mengutuk keras Dugaan transaksional Balai BWS V sulbar

21 April 2026 - 17:37 WITA

Trending di Edukasi
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/