Paslon 02 gagal menjawab pertanyaan data RSUD Barru. Video fasilitas buruk viral, desakan usut dana menguat.
Debat publik kedua Pilkada Barru 2024 berlangsung sengit, Rabu malam (13/10/2024) di Hotel Claro Makassar. Para kandidat berlomba menyampaikan gagasan, namun sorotan tajam tertuju pada pasangan nomor urut 02, Dokter Ulfah dan MHG.
Pertanyaan dari paslon nomor 01, Aras dan Aska, menyinggung kelangkaan obat serta minimnya alat kesehatan (alkes) di RSUD LA Patarai Barru. Dr. Ulfah, mantan direktur RSUD Barru (2022–2024), terlihat gugup. Jawabannya yang minim data memperkeruh suasana.
“Aska Mappe mungkin jarang berkunjung ke RSUD Barru,” ucap Ulfah dengan nada defensif. Pernyataannya memicu tanda tanya besar karena fakta di lapangan bertentangan. Ulfah juga mengklaim RSUD Barru berstatus akreditasi A dan menerima peningkatan anggaran dari Rp30 miliar menjadi Rp50 miliar per tahun.
Fakta lain terungkap bahwa RSUD Barru sejak 2016 hingga 2025 masih berstatus rumah sakit tipe C. Selama Ulfah menjabat, sejumlah keluhan publik merebak, termasuk fasilitas tak terawat. Video yang viral menunjukkan WC bau, selokan kotor, lampu rusak, dan atap bocor saat hujan.
Netizen mempertanyakan alokasi anggaran yang dikelola Ulfah selama menjabat. Akun bernama Lastri Lastri menulis, “RSUD Barru bau, atap bocor, susah makan karena kondisi.” Desakan mengusut dugaan korupsi sebesar Rp50 miliar per tahun selama dua tahun jabatan Ulfah semakin menguat.
Banyak pihak meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dana RSUD Barru. “Ini bukan sekadar debat, tapi fakta yang harus diusut tuntas,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
#PilkadaBarru2024 #RSUDBarru #Dana50Miliar #DebatPublik #Transparansi