Menu

Mode Gelap
BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Jeritan Nelayan di Balik Tanda Tangan: FANATIK Siapkan Aksi Besar ke Polda Sulsel, Dugaan Pungli Rekomendasi BBM Nelayan Pangkep Makin Menguat Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi” Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

Hukum & Kriminal · 28 Jan 2026 WITA ·

Dituding ‘Koboi’, Jabatan Ketua DPRD Soppeng Diujung Tanduk: PRI Kepung Kantor Golkar Senin Depan


 Dituding ‘Koboi’, Jabatan Ketua DPRD Soppeng Diujung Tanduk: PRI Kepung Kantor Golkar Senin Depan Perbesar

MAKASSAR – Lembaga Public Research Institute (PRI) menjadwalkan aksi unjuk rasa besar-besaran “Jilid 2” pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi ini akan dipusatkan di dua titik utama, yakni Mapolda Sulawesi Selatan dan Kantor DPD I Golkar Sulsel, sebagai tindak lanjut atas lambannya penanganan kasus dugaan “aksi koboi” yang dilakukan oleh Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, terhadap Rusman, seorang ASN di BKPSDM Soppeng.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi pertama yang digelar pada 26 Januari 2026 lalu. Dalam rencana aksi Jilid 2 ini, PRI membawa tuntutan yakni Desakan untuk mencopot Kapolres Soppeng, PRI menilai Polres Soppeng tidak serius dalam menangani laporan dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap Rusman.

Serta Pemecatan terhadap Ketua DPRD Soppeng sebagai Kader Golkar, PRI mendesak DPD I Golkar Sulsel untuk segera memecat Andi Muhammad Farid dari keanggotaan sebagai kader partai Golkar, karena dinilai telah mencoreng nama baik institusi legislatif dan partai.

PRI Mengulangi desakan sebelumnya agar Polda Sulsel mengambil alih atau melakukan supervisi ketat terhadap proses hukum di Polres Soppeng guna menjamin transparansi.

Pada aksi pertama (26/1), massa PRI diterima langsung oleh Lakama Wiyaka, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel. Saat itu, pihak Golkar menyatakan akan melakukan klarifikasi internal terkait kasus ini. Namun, PRI menganggap langkah tersebut belum membuahkan hasil konkret sehingga aksi lanjutan perlu dilakukan.

Baca Juga :  Pengembangan Keterampilan Literasi Anak Usia Dini Melalui Cerita Dongeng Interaktif

Muhammad Abduh Azizul Gaffar, selaku Direktur Public Research Institute, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur hingga keadilan bagi korban tercapai.

“Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan Ketua DPRD Soppeng. Kami melihat ada upaya pengaburan fakta melalui laporan balik terhadap korban. Aksi Jilid 2 ini adalah sinyal bahwa rakyat memantau. Kami mendesak Kapolda Sulsel untuk mencopot Kapolres Soppeng karena membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa penetapan tersangka yang jelas, dan kami meminta Golkar untuk tidak melindungi kader yang arogan,” ujar Muhammad Abduh Azizul Gaffar dalam keterangannya.

Perlu diketahui Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan yang dilakukan Andi Muhammad Farid terhadap Rusman di kantor BKPSDM Soppeng yang dipicu oleh masalah penempatan PPPK. Meski pihak Ketua DPRD telah membantah dan melaporkan balik korban, PRI tetap fokus pada dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan represif oknum pejabat publik tersebut.

Artikel ini telah dibaca 188 kali

Baca Lainnya

BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

10 Juli 2026 - 17:24 WITA

Jeritan Nelayan di Balik Tanda Tangan: FANATIK Siapkan Aksi Besar ke Polda Sulsel, Dugaan Pungli Rekomendasi BBM Nelayan Pangkep Makin Menguat

9 Juli 2026 - 13:05 WITA

Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan

19 Juni 2026 - 00:00 WITA

Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi”

18 Juni 2026 - 11:31 WITA

Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

15 Juni 2026 - 23:23 WITA

HMI BADKO SULSEL; Geng motor bukan hanya tanggung jawab Polisi

14 Mei 2026 - 13:23 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/