Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Universitas Megarezky Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto Gelar Penanaman Pohon Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis Aidil Aksa Putra Kabaena Siap Nahkodai FANATIK, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Anti Korupsi HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar HMI BADKO SULSEL:Tantang Kapolrestabes Makassar Debat Terbuka Terkait Kasus Pembunuhan Remaja dalam Perspektif Perpol No.1 Tahun 2009

Hukum & Kriminal · 7 Nov 2025 WITA ·

GARIS INDONESIA: NEGARA TAK BOLEH BERLINDUNG DI BALIK SERAGAM SAAT MAFIA ENERGI BERKUASA


 GARIS INDONESIA: NEGARA TAK BOLEH BERLINDUNG DI BALIK SERAGAM SAAT MAFIA ENERGI BERKUASA Perbesar

Makassar, 6 November 2025** — Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GARIS INDONESIA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulawesi Selatan sebagai bentuk protes terhadap maraknya dugaan praktik mafia solar bersubsidi dan aktivitas tambang ilegal (galian C) di Kabupaten Bulukumba.

‎Dalam aksinya, Jenderal Lapangan GARIS INDONESIA menegaskan sikap tegas organisasi terhadap lemahnya penegakan hukum di sektor energi dan sumber daya alam. Dari hasil investigasi lapangan, laporan masyarakat, serta dokumentasi visual yang dihimpun oleh tim advokasi, ditemukan indikasi kuat adanya jaringan terorganisir yang melakukan penimbunan solar bersubsidi menggunakan tangki rakitan (modifikasi), dengan dukungan sejumlah oknum aparat keamanan yang diduga ikut membekingi dan memfasilitasi praktik tersebut.

‎Selain itu, di wilayah Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, tim juga menemukan aktivitas penambangan pasir dan tanah timbun tanpa izin resmi (IUP/IUPK/IPR) yang terus beroperasi tanpa penindakan. Aktivitas ilegal ini dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan, kerugian negara, dan mencerminkan lemahnya penegakan hukum di daerah.

‎ “Kami menemukan pola kejahatan yang bukan spontan, tetapi sistematis. Solar rakyat dijarah, tanah rakyat dikeruk, dan hukum hanya berdiri sebagai penonton. Negara tak boleh berlindung di balik seragam untuk membenarkan pembiaran,” tegas Jenderal Lapangan GARIS INDONESIA usai aksi di Mapolda Sulsel.

‎GARIS INDONESIA menilai bahwa praktik mafia energi dan tambang ilegal di Bulukumba merupakan bentuk pengkhianatan terhadap keadilan sosial dan kedaulatan rakyat atas sumber daya alam. Menurut mereka, kejahatan ini hanya bisa terus hidup karena adanya pembiaran, perlindungan dari oknum, serta ketakutan untuk menindak.

Baca Juga :  Kejaksaan Sita Dokumen Dinas Pendidikan Bulukumba, KKMB Unismuh Tegaskan Akan Kawal Hingga Penetapan Tersangka

‎TUNTUTAN GARIS INDONESIA

‎Dalam pernyataan sikapnya, GARIS INDONESIA menyampaikan empat tuntutan utama:

‎1. Mendesak Kapolda Sulsel membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas dugaan mafia solar di Sulawesi Selatan.

‎2. Mendesak Kapolres Bulukumba dicopot karena dinilai gagal menegakkan supremasi hukum.

‎3. Menuntut pencopotan oknum aparat yang diduga membekingi praktik mafia solar dan tambang ilegal.

‎4. Mendorong penegakan Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.

‎GARIS INDONESIA menegaskan bahwa hasil investigasi dan dokumentasi lapangan yang telah dikumpulkan akan segera dilaporkan secara resmi ke Mapolda Sulawesi Selatan.

‎ “Kami tidak datang hanya untuk berteriak. Kami datang membawa data, bukti, dan nama. Kami akan melangkah lebih jauh dengan melaporkan secara resmi praktik kejahatan energi dan tambang ilegal di Bulukumba. Bila negara masih diam, kami pastikan publik akan tahu siapa yang mereka lindungi,”ujar Ketua Umum GARIS INDONESIA, Andry Jusliandi.

‎Menurutnya, pelaporan resmi ini merupakan langkah lanjutan dari advokasi publik sekaligus peringatan keras bagi institusi penegak hukum agar tidak lagi bermain mata dengan mafia energi dan tambang.

‎Sebagai penutup, Andry menegaskan:

“Aksi kami bukanlah akhir, ini adalah awal perlawanan rakyat. Mafia energi tak bisa dikalahkan dengan diam, dan keadilan tak akan lahir dari kepura-puraan. Kami akan terus membuka fakta, menantang pembiaran, dan berdiri di sisi rakyat yang dikhianati.”

Baca Juga :  Antara Rakyat dan Rompi Oranye: Labirin Maut Kepala Daerah di Tahun 2026

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

FANATIK Mengutuk keras Dugaan transaksional Balai BWS V sulbar

21 April 2026 - 17:37 WITA

HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar

12 Maret 2026 - 19:14 WITA

HMI BADKO SULSEL:Tantang Kapolrestabes Makassar Debat Terbuka Terkait Kasus Pembunuhan Remaja dalam Perspektif Perpol No.1 Tahun 2009

10 Maret 2026 - 20:37 WITA

FANATIK Siap Kepung Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Rp21,6 Miliar

9 Maret 2026 - 15:36 WITA

PRI Siap Aksi dan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Dinas Pertanian Jeneponto ke Kejati Sulsel dan Polda Sulsel

1 Maret 2026 - 22:27 WITA

JOL Desak Penutupan Dapur SPPG Binuang Usai 15 Siswa Diduga Keracunan MBG

14 Februari 2026 - 20:31 WITA

Trending di Edukasi
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/