Menu

Mode Gelap
BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Jeritan Nelayan di Balik Tanda Tangan: FANATIK Siapkan Aksi Besar ke Polda Sulsel, Dugaan Pungli Rekomendasi BBM Nelayan Pangkep Makin Menguat Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi” Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

News · 19 Jun 2025 WITA ·

Diduga Ada Praktik Suap, Pelaku Narkoba Dilepas Polisi di Makassar


 Diduga Ada Praktik Suap, Pelaku Narkoba Dilepas Polisi di Makassar Perbesar

MAKASSAR– Dugaan praktik suap kembali mencuat di tubuh Polrestabes Makassar, seorang pria berinisial GBN, yang sebelumnya diamankan karena dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, disebut-sebut bebas dari jerat hukum setelah memberikan uang puluhan juta rupiah kepada sejumlah oknum polisi.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, GBN ditangkap oleh Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar di kawasan Maccini, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum lama ini.

 

Namun, tak lama setelah diamankan, pria yang berusia sekitar 30-an tahun itu justru diduga dilepaskan begitu saja tanpa proses hukum lanjutan.

 

GBN bebas karena diduga telah membayarkan uang tunai senilai puluhan juta.

 

Saat diamankan, polisi juga menemukan beberapa barang bukti sabu yang diduga kuat GBN merupakan pengedar.

 

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Polrestabes Makassar terkait kabar ini. Hingga Kamis (19/6/2025), upaya konfirmasi ke pihak kepolisian masih belum membuahkan tanggapan.

 

“Akan kita cek dulu ya, kebenaran beritanya, mohon maaf kami juga belum tau informasi nya,” ucap Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin.

 

Selain itu, kabar tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Aliansi Mahasiswa Anti Narkoba dan Korupsi (AMANK) Makassar.

 

Ketua AMANK Makassar, Boas menyampaikan keprihatinannya atas dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam praktik curang yang justru mencederai upaya pemberantasan narkoba.

Baca Juga :  Oknum PNS di Makassar Jadi Tersangka Predator Seksual Anak, Korban Lebih 10 Orang

 

“Kami sangat prihatin terhadap kondisi di tubuh kepolisian, khususnya di Makassar. Masih ada saja oknum yang diduga bermain ‘86’ dalam penanganan kasus narkoba,” tegas Boas saat dikonfirmasi media, Rabu.

 

Boas menilai, dugaan suap ini bertolak belakang dengan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang selama ini gencar menegakkan prinsip presisi dan bersih dari korupsi di institusi Polri.

 

“Seharusnya Polri menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda bangsa. Tapi kenyataannya, justru ada oknum yang mempermainkan hukum demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

 

Atas dugaan tersebut, AMANK mendesak Kapolrestabes Makassar dan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar untuk segera angkat bicara dan menjelaskan secara transparan kepada publik.

 

“Ini persoalan serius. Harus ada klarifikasi resmi agar tidak merusak citra institusi dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat,” tandas Boas.

 

Pihaknya juga mengingatkan bahwa jika terbukti benar, tindakan seperti ini bisa melemahkan semangat pemberantasan narkoba di kalangan masyarakat dan aparat yang masih bersih.

 

“Transparansi adalah kunci. Kami mendesak kasus ini tidak ditutup-tutupi,” tutup Boas.

 

Hingga kini, masyarakat menanti sikap resmi dari Polrestabes Makassar untuk menjawab dugaan serius yang mengemuka ini.

 

Artikel ini telah dibaca 113 kali

Baca Lainnya

BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

10 Juli 2026 - 17:24 WITA

Jeritan Nelayan di Balik Tanda Tangan: FANATIK Siapkan Aksi Besar ke Polda Sulsel, Dugaan Pungli Rekomendasi BBM Nelayan Pangkep Makin Menguat

9 Juli 2026 - 13:05 WITA

Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan

19 Juni 2026 - 00:00 WITA

Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi”

18 Juni 2026 - 11:31 WITA

Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

15 Juni 2026 - 23:23 WITA

HMI BADKO SULSEL; Geng motor bukan hanya tanggung jawab Polisi

14 Mei 2026 - 13:23 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/