Menu

Mode Gelap
Idul Fitri 1447 H: Republik Maruk, Program Gagap, dan Bayang-Bayang Krisis Aidil Aksa Putra Kabaena Siap Nahkodai FANATIK, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Anti Korupsi HMI BADKO Sulsel Desak DPRD Sulsel Gelar RDP Terkait Penembakan Remaja di Makassar HMI BADKO SULSEL:Tantang Kapolrestabes Makassar Debat Terbuka Terkait Kasus Pembunuhan Remaja dalam Perspektif Perpol No.1 Tahun 2009 FANATIK Siap Kepung Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Rp21,6 Miliar

Edukasi · 3 Jan 2026 WITA ·

OPINI : Pesta Kleptokrasi dan Bunuh Diri Ekologis, Saat Negara Menjadi Musuh Alam.


 OPINI : Pesta Kleptokrasi dan Bunuh Diri Ekologis, Saat Negara Menjadi Musuh Alam. Perbesar

Oleh: Muhammad Abduh Azizul Gaffar.
(Direktur Eksekutif Public Research Institute)

Makassar,03 Januari, 2026.- Indonesia hari ini sedang dipertontonkan sebuah parade kepongahan yang telanjang. Di tengah jeritan rakyat yang kehilangan ruang hidup, para elit politik dan pejabat publik justru semakin asyik memperkukuh tembok kleptokrasi melalui kebijakan-kebijakan yang mencederai akal sehat. Negara seolah bukan lagi pelayan publik, melainkan instrumen akumulasi kekayaan segelintir orang.

Rekam jejak para elit kita menunjukkan pola yang konsisten, yakni kebijakan institusional sering kali menjadi “pintu belakang” bagi praktik penjarahan sumber daya alam. Kita melihat bagaimana regulasi di tingkat pusat hingga daerah sengaja dibuat ambigu demi memuluskan izin-izin ekstraktif. Fenomena ini bukan sekadar korupsi biasa, melainkan kleptokrasi yang terstruktur, di mana lembaga negara digunakan untuk melegalkan perampokan aset publik demi kepentingan oligarki.

Dampak paling nyata dari perilaku kleptokratis ini adalah hancurnya benteng pertahanan alam kita. Pembalakan hutan yang masif di Aceh, Sumatra, hingga Papua bukanlah kecelakaan lingkungan, melainkan akibat langsung dari kebijakan yang mengabaikan ekologi demi investasi instan. Di Aceh dan berbagai wilayah Sumatra, hutan penyangga terus digerus, sementara di Papua, “tanah surga” itu kini dikapling-kapling atas nama pembangunan yang tidak menyentuh kesejahteraan akar rumput.

Akibatnya fatal. Banjir bandang dan tanah longsor kini menjadi tamu rutin yang mematikan. Namun, di sinilah letak ironi terbesar, ketika ribuan rakyat mengungsi dan kehilangan nyawa, pemerintah justru enggan menetapkan peristiwa-peristiwa ini sebagai Bencana Nasional.Penolakan status ini bukan tanpa alasan teknis semata, melainkan sebuah manuver politik untuk menghindari tanggung jawab besar dan anggaran yang seharusnya dialokasikan secara penuh untuk pemulihan.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Laksanakan Operasi Penertiban Lampu Strobo dan Sirine

Alih-alih menetapkan status bencana nasional, kita justru disuguhi pemandangan muak, para pejabat yang datang ke lokasi bencana hanya untuk pencitraan. Mereka hadir dengan seragam rapi, berfoto di atas penderitaan rakyat, lalu pulang tanpa membawa solusi sistemik untuk menghentikan deforestasi yang menjadi akar masalah. Bencana bagi mereka hanyalah panggung baliho, bukan momentum evaluasi kebijakan.

Kritik keras harus dilayangkan kepada lembaga-lembaga negara yang terus memproduksi kebijakan pro-kleptokrasi. Jika pemberian izin konsesi hutan terus diprioritaskan di atas keselamatan warga, maka negara ini sedang berjalan menuju bunuh diri ekologis. Kita tidak butuh pejabat yang pandai berswafoto di lokasi banjir, kita butuh pemimpin yang berani mencabut izin perusahaan perusak hutan dan mengembalikan kedaulatan lahan kepada rakyat. Sudah saatnya kita berhenti menoleransi kepongahan ini.

Rekam jejak kelam para elit dan kebijakan yang berbau kleptokrasi harus dilawan dengan pengawasan publik yang ketat. Jika tidak, hutan Aceh, Sumatra, dan Papua hanya akan tinggal kenangan dalam buku sejarah, sementara rakyatnya terkubur dalam lumpur bencana yang dibuat oleh tangan-tangan penguasa mereka sendiri.

Artikel ini telah dibaca 94 kali

Baca Lainnya

FANATIK Mengutuk keras Dugaan transaksional Balai BWS V sulbar

21 April 2026 - 17:37 WITA

Mahasiswa Universitas Megarezky Makassar gelar KKN dengan fokus peogram kesehatan di Jeneponto

17 April 2026 - 13:29 WITA

GMPR Gelar Sekolah Demonstran Angkatan XVII, Angkat Tema “Republik Maruk” di Makassar

6 April 2026 - 08:30 WITA

The 2026 WhatsApp Conversion Blueprint: Why Whatsform + Royal Titan Strategy is Your Only Path to Scalable Profit

3 April 2026 - 03:03 WITA

The 2026 WhatsApp Conversion

BC.GAME VIP 70 Mastery: The 2026 Ultimate Blueprint to Massive Rakeback & Referral Empires

2 April 2026 - 23:58 WITA

BC.GAME VIP 70

BC.GAME Mastery 2026: The Ultimate VIP 70 Blueprint and the Royal Titan Referral Empire 3,000-Word Elite Guide

2 April 2026 - 23:34 WITA

BC.GAME Mastery 2026
Trending di Edukasi
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/