Menu ✖

Mode Gelap
FANATIK Siapkan Aksi Jilid II, Desak Dugaan Penyimpangan Satker PJN Wilayah III Sulsel Diusut Tuntas FANATIK TAK MUNDUR! Aksi Jilid 2 Mengintai Kejati Sulsel, Bukti Lanjutan Dugaan KKN PJN III Siap Dibongkar Aliansi Pejuan Keadilan (APK) Ancam Aksi Jilid II di Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Fee Proyek Swakelola SD Inpres Cilallang Ada Apa di Balik Legalitas Hertasning Sportainment? GMPR Desak Pemkot Buka Status PBG, SLF dan Air Tanah BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Hukum & Kriminal · 27 Sep 2024 WITA ·

Pria di Makassar Tewas Dengan Sekali Pukulan Usai Lecehkan Wanita, Alami Retak Tengkorak Kepala


 Pria di Makassar Tewas Dengan Sekali Pukulan Usai Lecehkan Wanita, Alami Retak Tengkorak Kepala Perbesar

MAKASSAR- Pria HA (33) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpaksa mendekam dipenjara usai menganiaya seorang pria hingga tewas lantaran membela kekasihnya.

 

korban yang diketahui berinisial HL (49) tewas usai diberi bogem mentah oleh HA karena mengganggu hingga melecehkan kekasihnya berinisial S.

 

Wakapolres Pelabuhan Makassar Kompol Nurhaeni mengatakan, akibat dari penganiayaan yang dilakukan HA, korban sempat dirawat di rumah sakit (RS) hingga meninggal dunia.

 

Diceritakan Nurhaeni, keluarga korban melaporkan penganiayaan tersebut pada 17 September kemarin. Adapun kejadiannya, di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, pada Minggu (15/9/2024) sekitar pukul 03.00 Wita.

 

“Korban dinyatakan meninggal dunia pada 19 September 2024 sekitar pukul 13.30 Wita, setelah dirawat di RS Bhayangkara kurang lebih lima hari,” ujar Nurhaeni saat menggelar ekspose kasus, Jumat (27/9/2024).

 

Mengantongi laporan, Nurhaeni mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

 

Sampai pada akhirnya, pelaku yang merupakan seorang buruh harian ditangkap pada Jumat (20/9/2024) sekitar pukul 05.30 Wita.

 

“Pelaku ini ditangkap di Jalan Tello Baru, Kecamatan Manggala,” sebutnya.

 

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Nurhaeni, sebelum kejadian, pelaku berasa di salah satu warung yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

“Tujuannya untuk menjemput pacarnya bernama saudari S yang bekerja di Cafe Lips,” ucapnya.

 

Sekitar pukul 02.00 Wita, lanjut Nurhaeni, S berjalan menghampiri pelaku di warung tersebut.

 

“Namun, dari arah samping kiri, korban memegang daerah sensitif S dengan menggunakan tangan kanannya,” ungkapnya.

 

Baca Juga :  Dua Pemuda di Makassar Ditangkap Usai Aniaya Mahasiswa Saat Nonton Konser Musik

Karena tidak terima, pelaku menghampiri kekasihnya dan menggertak korban.

 

“Melihat kejadian tersebut, tersangka menghampiri S beserta korban dengan berkata jangan begitu cara ta bos,” kata Nurhaeni mengikuti gaya bicara pelaku.

 

Saat korban berjalan meninggalkan lokasi, pelaku dari belakang memukul dengan menggunakan tangan kanannya ke badan korban. Sehingga ia terjatuh terkapar di atas trotoar.

 

“Setelah memukul korban, Ia lalu pergi meninggalkan korban di tempat kejadian,” terangnya.

 

Nurhaeni mengatakan, berdasarkan hasil visum dari korban ditemukan satu luka memar dan patah tulang tengkorak, serta pendarahan otak akibat terkena benda tumpul yang keras.

 

“Akibatnya, terjadi pendarahan sehingga tekanan di dalam rongga kepala menyebabkan kemampuan memberikan oksigen ke jaringan otak menurun, sehingga menyebabkan pembengkakan pada otak dan meninggal dunia,” Nurhaeni menuturkan.

 

Orang nomor dua di Mapolres Pelabuhan Makassar ini menegaskan, akibat perbuatan pelaku, ia dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP.

 

“Adapun pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka yaitu pasal dengan ancaman hukuman maksimal penjara 7 tahun,” kuncinya.

Artikel ini telah dibaca 102 kali

Baca Lainnya

FANATIK Siapkan Aksi Jilid II, Desak Dugaan Penyimpangan Satker PJN Wilayah III Sulsel Diusut Tuntas

29 September 2026 - 13:55 WITA

FANATIK TAK MUNDUR! Aksi Jilid 2 Mengintai Kejati Sulsel, Bukti Lanjutan Dugaan KKN PJN III Siap Dibongkar

25 September 2026 - 15:56 WITA

Aliansi Pejuan Keadilan (APK) Ancam Aksi Jilid II di Kejati Sulsel, Desak Usut Dugaan Fee Proyek Swakelola SD Inpres Cilallang

24 September 2026 - 20:51 WITA

FANATIK Siapkan Aksi 25 September di Kejati Sulsel dan Satker PJN Wilayah III, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Jalan

24 September 2026 - 13:41 WITA

BADKO HMI Sulsel: Presiden Harus Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Disharmoni Antar Lembaga Negara Mengganggu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

10 Juli 2026 - 17:24 WITA

Jeritan Nelayan di Balik Tanda Tangan: FANATIK Siapkan Aksi Besar ke Polda Sulsel, Dugaan Pungli Rekomendasi BBM Nelayan Pangkep Makin Menguat

9 Juli 2026 - 13:05 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/