Menu

Mode Gelap
Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi” Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya Mahasiswa Universitas Megarezky Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto Gelar Penanaman Pohon

Hukum & Kriminal · 31 Des 2025 WITA ·

Refleksi Akhir Tahun 2025: Public Research Institute Desak Kejaksaan Tuntaskan Dugaan Korupsi RSUD Anwar Makkatutu Demi Supremasi Hukum.


 Muh. Abduh AG Direktur Eksekutif PRI Perbesar

Muh. Abduh AG Direktur Eksekutif PRI

BANTAENG – Menutup tahun 2025, Direktur Public Research Institute (PRI), Muhammad Abduh Azizul Gaffar, memberikan catatan kritis terkait penegakan hukum di Kabupaten Bantaeng.

Dalam refleksi akhir tahunnya, ia menekankan bahwa ujian nyata bagi supremasi hukum di daerah tersebut saat ini berada di tangan Kejaksaan, khususnya dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi di RSUD Anwar Makkatutu.
“Refleksi akhir tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum evaluasi. Kami berharap Kejaksaan tidak membiarkan kasus RSUD Anwar Makkatutu menggantung tanpa kepastian hukum yang jelas.

Penuntasan kasus ini adalah parameter integritas penegakan hukum di Bantaeng sepanjang tahun 2025,” tegas Muhammad Abduh Azizul Gaffar alias Abduh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/12/2024).

Menurut Abduh, selaku directur PRI terdapat tiga poin utama mengapa kasus ini menjadi krusial bagi publik:

Kepastian Hukum (Legal Certainty):
Penundaan penanganan kasus korupsi di sektor kesehatan berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi yudisial. Sebagai fasilitas publik vital, segala bentuk penyimpangan di RSUD Anwar Makkatutu berdampak langsung pada kualitas pelayanan dasar warga.

Efek Jera (Deterrent Effect):
Penuntasan kasus secara transparan akan memberikan sinyal kuat kepada birokrasi dan pengelola anggaran negara bahwa tidak ada ruang bagi praktik koruptif (impunitas) di Bumi Tanadoang.

Transparansi Anggaran: Sektor kesehatan seringkali menjadi area rawan penyalahgunaan. Kejaksaan diharapkan mampu mengurai aliran dana dan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah.

Baca Juga :  Kronologi Polisi di Makassar Ditembak Pelaku DPO Begal

Public Research Institute memandang bahwa supremasi hukum hanya dapat tegak jika aparat penegak hukum (APH) bekerja tanpa intervensi politik maupun tekanan dari pihak manapun.

“Kami tidak ingin kasus ini menjadi ‘utang’ yang terus dibawa ke tahun-tahun berikutnya. Kejaksaan memiliki instrumen dan kewenangan penuh untuk mempercepat proses penyidikan hingga tahap penuntutan. Jangan⁹ sampai persepsi publik menganggap hukum tumpul ke atas ketika berhadapan dengan institusi besar,” tambah Abduh.

Sebagai lembaga riset publik, PRI berkomitmen untuk terus mengawal jalannya kasus ini hingga menemui titik terang. Penegakan hukum yang tuntas di RSUD Anwar Makkatutu diharapkan menjadi kado awal tahun 2026 bagi masyarakat Bantaeng yang merindukan pemerintahan bersih dan akuntabel.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Rokok Ilegal Hilang dari Polres? FANATIK Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Pembiaran, Nama Kasat Reskrim Bantaeng Kembali Jadi Sorotan

19 Juni 2026 - 00:00 WITA

Gelar Aksi di Polda Sulsel, FANATIK Siapkan Laporan Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng: “Jangan Sampai Publik Curiga Ada yang Melindungi”

18 Juni 2026 - 11:31 WITA

Siapa yang Melindungi? FANATIK Desak Propam Usut Dugaan Penyimpangan Kasat Reskrim Bantaeng, Isu Kedekatan dengan Legislator Komisi III DPR RI Ikut Disorot

15 Juni 2026 - 23:23 WITA

HMI BADKO SULSEL; Geng motor bukan hanya tanggung jawab Polisi

14 Mei 2026 - 13:23 WITA

GMAK Sulsel Akan Kepung Polda, Desak Polisi Bongkar Mafia Rokok Ilegal di Luwu Raya

13 Mei 2026 - 20:23 WITA

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Tambang Diduga Ilegal di Sinjai, Publik Murka: “Tangkap Pemilik Tambang dan Copot Kapolres!”

9 Mei 2026 - 14:39 WITA

Trending di Edukasi
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/